Senin, 16 Januari 2012

CONTOH PROPOSAL PTK PAUD Pengembangan Bahasa

Nama Peneliti     : Jauhar Indah Wahyuni, S.Pd
Unit Kerja          : TK Islam Pasuruan


Judul Penelitian :     Pemanfaatan Media Gambar Untuk Mengembangkan Kemampuan Berbahasa Anak Kelompok B Di Tk Islam Pasuruan


A.     Latar Belakang Masalah
1.      kemampuan berbahasa Indonesia pada anak Kelompok B masih kurang. Hal ini terbukti bahasa yang dipergunakan oleh mereka campur aduk antara bahasa daerah dengan bahasa Indonesia. Sedangkan kegiatan belajar mengajar di TK Islam, bahasa pengantar yang digunakan  adalah bahasa Indonesia.
2.      Dalam pembelajaran, peran guru terlalu dominan sehingga pembelajaran kurang bermakna, pengetahuan yang didapat anak tidak dapat bertahan lama dari ingatannya


B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak di Kelompok B TK Islam Pasuruan?
2.      Apakah pemanfaatan media gambar dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak di Kelompok B TK TK Islam Pasuruan?


C.     Rumusan Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka rumusan tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan :
1.      Penerapan pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak di Kelompok B TK Islam Pasuruan.
2.      Peningkatan kemampuan bahasa anak kelompok B di TK Islam Pasuruan setelah memanfaatkan media gambar.



D.    Rumusan  Hipotesis Tindakan
Rumusan Hipotesis Tindakan dalam penelitian ini adalah:
Melalui pemanfaat media gambar, maka dapat meningkatkan kemampuan bahasa anak kelompok B di TK Islam Pasuruan


E.     Manfaat Penelitian
Secara teoritis, hasil  penelitian tentang pemanfaatan media gambar untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak di Kelompok B TK Islam Pasuruan ini akan memberikan sumbangan pada khasanah ilmu pengetahuan tentang pembelajaran di Taman Kanak-kanak. Secara praktis dalam proses pelaksanaan PTK berlangsung akan meningkatkan kualitas proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru kelompok B di TK Islam Pasuruan, sedangkan bagi anak kelompok B diperkirakan akan mendapat hasil yaitu kemampuan kognitif anak akan meningkat.


F.      Kajian Pustaka
1.      Media Pembelajaran
a.       Pengertian pembelajaran
Menurut Hamalik (2001:57) pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.

b.      Pengertian Media dan Media Pembelajaran
Sadiman (1986: 7) mendefinisikan media sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang fikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa, sehingga proses belajar mengeajar terjadi.
Media adalah semua benda yang digunakan kegiatan belajar mengajar agar dapat berangsung dengan lancar, teratur, efektif dan efesien sehingga tujuan pendidikan TK dapat tercapai. (Depdikbud : 1998 : 4)

c.       Tujuan dan fungsi pendidikan anak usia dini
Pendidikan pada anak usia dini pada dasarnya meliputi seluruh upaya dan tindakan yang dilakukan oleh pendidik dan orang tua dalam proses perawatan, pengasuhan dan pendidikan pada anak dengan menciptakan aura dan lingkungan dimana anak dapat mengeksplorasi pengalaman yang memberikan kesempatan kepadanya untuk mengetahuai dan memahami pengalaman belajar yang diperolehnya dari lingkungan, melalui cara mengamati, meniru dan bereksperimen yang berlangsung secara berulang-ulang dan melibatkan seluruh potensi dan kecerdasan anak.                                            

d.      Peran pendidik dalam pendidikan anak usia dini
Peran guru anak usia dini lebih sebagai mentor atau fasilitator, dan bukan penstranfer ilmu pengetahuan sementara, karena ilmu tidak dapat ditransfer dari guru kepada anak tanpa keaktifan anak itu sendiri dalam proses pembelajaran, tekanan harus diletakkan pada pemikiran guru.

2.      Perkembangan Bahasa Anak
Sesuai dengan garis-garis besar program kegiatan belajar Taman Kanak Kanak (GBPKB-TK) perkembangan kemampuan berbahasa TK bertujuan agar anak didik mampu berkomunikasi secara lisan dengan lingkungannya.
Mardiningsih (2004:15) menyatakan bahasa adalah suatu alat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan dan kemauan yang murni manusiawi yang tidak intuitif dengan pertolongan system lambang-lambang yang diciptakan dengan sengaja
Menurut Sri Hastuti (1996) bahwa proses pemerolehan bahasa anak berlangsung tiga tahap yaitu (a) Tahap penilaian, (b) Tahap memahami makna dan (c) Tahap menggunakan kata dalam komunikasi



G.    Metode Penelitian
1.      Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas adalah proses investigasi terkendali untuk merumuskan dan memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Proses pemecahan masalah tersebut dilakukan secara bersiklus, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil pembelajaran di kelas tertentu. (Arikunto, 2008).
Model siklus yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang dikembangkan Arikunto (2008:3) yang terdiri dari: 1) perencanaan (planning), 2) tindakan (acting), 3) pengamatan (observing), 4) refleksi (reflecting). Hubungan keempat komponen itu dipandang sebagai satu siklus.

2.      Subyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kelompok B TK Islam  Pasuruan dengan jumlah siswa 16 anak, 7 anak perempuan dan 9anak laki-laki.

3.      Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan tes. Observasi dilakukan untuk melihat dan mengamati aktifitas anak dalam kegiatan pembelajaran dan juga untuk mengamati kemampuan siswa.
Dokumentasi dalam penelitian ini adalah seluruh bahan rekaman selama penelitian berlangsung. Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data tentang kegiatan pembelajaran melalui foto.
Tes pada penelitian ini berupa tes lisan, sehingga peneliti dan observer melakukan tanya jawab ketika kegiatan sedang berlangsung maupun ketika kegiatan sudah selesai.

4.      Instrumen Penelitian
instrumen yang digunakan berupa Lembar Observasi Siswa dan Format Penilaian. Lembar Observasi digunakan peneliti untuk mengetahui sikap dan tingkah laku anak ketika kegiatan berlangsung dan perubahan yang timbul. Format penilaian digunakan peneliti untuk mengetahui perkembangan kemampuan bahasa anak setelah belajar melalui pemanfaatan media pembelajaran

5.      Analisis Data
            Proses analisis data dimulai dengan menelaah data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari: pengamatan yang sudah ditulis, dokumen foto, dan format penilaian. Data-data tersebut dipelajari dan ditelaah.
            Data yang diperoleh melalui observasi dan dokumentasi kemudian ditulis ulang, dipaparkan semuanya, kemudian dipilah-pilah sesuai fokus penelitian. Setelah melalui proses analisis maka akan diperoleh data yang valid, kemudian data tersebut disimpulkan dan dimaknai. Adapun rumus untuk menentukan persentase kemampuan kognitif anak adalah:
X =  Jumlah skor yang diperoleh anak  x 100%
                    Jumlah skor maksimal
6.      Standar Nilai Keberhasilan
Simbol Penilaian yang dipakai :
                « :         Anak belum mencapai indikator
                ««       :           Anak mencapai indikator dengan bantuan guru
  «««    :   Anak sudah mampu mencapai indikator tetapi hasilnya belum maksimal
««««  :   Anak sudah mampu mencapai indikator dengan hasil maksimal


H.    Daftar Pustaka
Arikunto, Suharsini. 1998. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Kurikulum TK dan RA. Jakarta: Direktorat Pendidikan TK dan SD.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Media Pembelajaran. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Tenaga Kependidikan.
Departemen Pendidikan Nasional. 2006.Pedoman Pembelajaran TK. Jakarta: Direktorat Pendidikan TK dan SD.
Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Pedoman Pembelajaran Bidang Pengembangan Berbahasa di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Direktorat Pendidikan TK dan SD.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Media Pembelajaran. Bandung: Direktorat Jendreal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan.
Depdikbud. 1996. Pengembangan Kemampuan Berbahasa di Taman Kanak-kanak. Jakarta.
Depdiknas. 2005. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi. Jakarta: Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah.
Depdiknas. 2007. Pengembangan Kemampuan Berbahasa di Taman Kanak-kanak. Jakarta:Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah
Hamalik, Oemar (1986). Media Pendidikan. Bandung : Alumni.
Moenir, Mardiah.1993. Teori Pendidikan Taman Kanak-kanak. Malang.
Sihkabudin. 1995. Model Media Pendidikan. Malang: FIP IKIP Malang

Related Post:

Read more: Cara membuat artikel terkait atau related post di blog | HTC Community http://ojelhtc.blogspot.com/2011/12/cara-membuat-artikel-terkait-atau.html#ixzz1jjZnIjZ0 Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar